Penurunan Biaya Interkoneksi Ditunda, XL dan Indosat Ooredo Mengaku Kecewa

Penurunan Biaya Interkoneksi Ditunda, XL dan Indosat Ooredo Mengaku Kecewa

Nusantarapost.com Penundaan sekali lagi terjadi pada masalah penurunan biaya interkoneksi yang belakangan ini sering menjadi bahan omongan di Tanah Air. Melihat penundaan tersebut, XL Axiata dan Indosat Ooredo mengakui kekecewaannya mengenai sikap pemerintah yang seperti menarik ulur terhadap penurunan tarif interkoneksi tersebut.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memang beberapa waktu yang lalu telah mengumumkan bahwa adanya penundaan yang diberlakukan terhadap tarif interkoneksi baru, hal tersebut beralasan karen masih ada operator yang belum mengumpulkan dokumen penawaran interkoneksi (DPI).

Sementara, untuk alasan lainnya, masih belum digelarnya Rapat Dengar pendapat (RDP) yang kedua antara Menkominfo dengan Komisi I DPR yang harusnya telah terlaksana pada hari Selasa, 30 Agustus 2016 lalu.

XL dan Indosat mengaku keberatan terhadap adanya penundaan dari kasus ini. Kedua operator telekomunikasi ternama Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa mereka tidak terima surat resmi terkait penundaan penerapan tarif baru interkoneksi ini.

“Kami kecewa. Kami akan segera menyurati Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), meminta operator yang belum kumpulkan DPI dapat segera menyerahkannya,” tutur Vice President Corporate Communication XL Turina Farouk kepada awak media, di Jakarta, Kamis (1/9/2016).

“Kalau begini, mau tak mau kami harus menunggu sampai ada pernyataan resmi dari pemerintah (mengenai tarif baru),” imbuhnya.

DPI (Dokumen Penawaran Interkoneksi), yang berisi skema, tarif, dan layanan interkoneksi suatu operator, mestinya diserahkan kepada pemerintah dalam tenggat waktu tertentu.

Akan tetapi, untuk saat ini baru Indosat Ooredo, XL Axiata, Hutchison Tri Indonesia, dan Smartfren yang menyerahkan. Sementara perusahaan telekomunikasi yang lain masih belum.

Sedangkan untuk Telkomsel dan Telkom sendiri telah secara tegas menolah untuk menyerahkan DPI tersebut karena mereka tidak setuju dengan perhitungan tarif interkoneksi yang baru.

Menurut pendapat Turina, apabila masih ada operator yang belum mengajukan DPI, dengan begitu maka berarti proses pembahasan interkoneksi akan mandek.

Operator yang telah menyerahkan DPI pun juga tak dapat membahas perjanjian kerja sama interkoneksi karena masih belum ada kesepakatan terhadap acuan tarif yang diajukan oleh pemerintah.

Share.