Google Akan Memasuki Dunia Transportasi, Tandingi Uber

Google Akan Memasuki Dunia Transportasi, Tandingi Uber
Nusantarapost.comĀ Belum lama ini, perusahaan teknologi raksasa Google sedang dikabarkan akan terjun dalam bisnis berbagi tumbangan atau ride-sharing dengan mengepakkan sayapnya ke layanan carpool Waze-nya. Aplikasi lalu lintas dan navigasi Google ini dikabarkan akan menguji coba layanan carpool di San Francisco, California, AS.

Sebuah layanan yang berupa pilihan bagi para pemakai Waze untuk untuk “numpang” lendaraan milik pengguna Waze lain yang pada saat itu mengarah ke tujuan yang sama.

Nantinya para pengguna dapat mengetahui rute kendaraan lewat aplikasi Waze tersebut. Cara penggunaannya dengan layanan car pooling seperti Uber Pool, akan tetapi dengan tarif yang jauh lebih murah, sekadar ongkos patungan biaya bensin, agar pengemudi tak menjadikan layanan nebeng yang bersangkutan sebagai mata pencaharian mereka seperti pada layanan transportasi lain.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari The Wall Street Journal pada Rabu, 31 Agustus 2016 lalu menyebutkan apabila Waze akan menerapkan tarif sebesar 54 sen dollar AS atau jika dirupiahkan sekitar RP 7.000 untuk peningpang yang menempuh perjalanan setiap 1 mil atau sekitar 1,6 kilometer.

Akan tetapi, saat ini hal tersebut masih memasuki dalam tahap uji coba, perusahaan tersebut maasih belum menarik tarif untuk biaya.

Untuk uji coba layanan nebeng Waze digelar dengan waktu yang terbatas. Beberapa partisipasinya hanya mencakup 25.000 orang karyawan dari bebrapa perusahaan yang berbasis di area sekitar San Fransisco, dimana diantarnya seperti Wal-Mart, Adobe Systems dan Google sendiri.

Menurut kabar yang kini beredar, disebutkan bahwa layanan serupa telah digelar juga secara meluas di Israel, yang merupakan negara asal Waze, dimana sang penyedia layanan peta lalu lintas yang diakuisisi oleh Google tersebut pada tahun 2013 silam.

Google pun juga pada dasarnya telah lama menunjukkan ketertarikannya untuk turut serta bermain dalam layanan transportasi. Misalnya saja Uber, Google giat mengembangkan teknologi tanpa sopir untuk digunakan di jalan raya.

Saat ini, Google siap memperluas tes untuk semua pengguna Waze di San Francisco pada musim gugur ini, dengan tujuan membuatnya menjadi pesaing Uber dan Lyft.

Namun, tidak seperti Uber dan Lyft, pengemudi Waze akan terbatas dalam berkendara mengambil penumpang hanya di lokasi dekat perjalanan yang pengemudi lakukan sehari-hari.

Share.